Kelompok 3
Nama Kelompok :
Siti Zakiyah
Enisa Wulandari
Talitha Fabiola
Anggie Eka Lestari
Bima Arya Kusuma
Alfandi
Alwahyu
ADMINISTRASI INFASTRUKTUR JARINGAN
BAB. 3
PRINSIP KERJA ROUTING STATIS
Seperti Anda ketahui bahwa routing merupakan protokol yang digunakan untuk menentukan jalur rute paket data. Paket data tersebut dikirimkan oleh sebuah host menuju host lainnya yang terletak dalam segmen jaringan berbeda. Dengan kata lain, setiap paket data yang dikirimkan akan diteruskan oleh router berdasarkan Alamat router lainnya (nama lainnya gateway) yang tersimpan dalam table routing. Pada kasus ini, routing statis adalah daftar routing yang dikonfigurasi dan ditetapkan secara manual oleh administrator jaringan pada mesin router kemudian disimpan didalam table routing. Ada beberapa hal yang perlu dipahami dalam menentukan routing statis antara lain sebagai berikut.
Alamat jaringan yang terkoneksi dengan router. Dalam menentukan Alamat jaringan Anda harus memahami konsep subnet mask, CIDR, classfiull, dan classes.
Interface router yang akan dijadikan next hop atau lompatan paket data berikutnya. Pada kasus tertentu biasanya nama interface akan diganti dengan IP address interface itu sendiri.
Menggunakan format penulisan sebagai berikut
Ip route [ network_id ] [ subnetmask] [interface_next_hop|ip_address_interface]
Contoh:
Ip route 172.16.0.0 255.255.255.0 fa0/0
Ip route 172.16.0.0 255.255.255.0 10.10.10.1
Karena administrator jaringan harus benar benar menegtahui daftar jaringan yang terhubung dalam rangkaian (satu atau lebih router), kesalahan penentuan routing menjadi penyebab terjadinya kegagalan proses pengiriman data
Kekurangan lain dari metode routing statis ini adalah jika salah satu router mengalami masalah. Terlebih lagi, jika router yang down adalah router yang menjadi penentu routing utama, semua jaringan akan terhenti. Namun, jika ini terjadi dijaringan skala besar, tentu saja para administrator jaringan akan kerepotan mencari penyebabnya dan mengkonfigurasi ulang system kabel routing-nya. Dalam hal ini, bukan hanya pada router saja, tetapi semua router yang terkoneksi. Di sisi lain, jika Anda menambah jaringan baru dengan pengalamatan yang berbeda, wajib pula Anda menambahkan daftar routing statis pada router yang terhubung agar dapat mengenali jaringan tersebut. Bisa dipikirkan, jika ada 100 segmen jaringan, 1000 bahkan jutaan, tentu saja membuat repot. Pada Latihan kali ini, Anda akan membahas Langkah-langkah pengaturan routing statis antara dua jaringan berbeda melalui sebuah router.
Jalankan aplikasi Packet Tranker 7.1 kemudian rancang skema jaringan seperti berikut

Gambar 3.1 Aplikasi Packet Trancer 7.1
Kemudian konfigurasikan interface dan IP address sesuai dengan table 3.1.
Tabel 3.1 konfigurasi interface dan ip address.
Perangkat | interface | IP address |
Router0 | Fa0/0 | 172.16.100.126/25 |
Router0 | Fa1/0 | 192.168.100.62/26 |
Console computer | RS232 | Console Router0 |
PC0 | FastEthernet0 | 172.16.100.1/25 |
PC1 | FastEthernet0 | 172.16.100.1/25 |
PC2 | FastEthernet0 | 192.168.100.1/26 |
PC3 | FastEthernet0 | 192.168.100.1/26 |
Sebagai catatan, dalam contoh praktik ini tidak akan dijelaskan tentang cara mengatur password autentikasi masuk ke mode privilege karena sudah dibahas pada bab sebelumnya
Setelah berhasil mendesain topologi jaringan seperti dalam gambar, ikuti petunjuk cara mengkonfigurasi perangkat jaringan sebagai berikut.
Konfigurasi IP address pada Router0.
Masuk ke dalam mode privileged.
Mengkonfigurasi IP address pada FastEnthernet0/0
Router#config Enter configuration command , one per line . end witch cntl/z. Router (config)#int fa0/0 Router (config-if)#ip address 172.16.100.126 255.255.255.128 Router (config-if)noshutdown
Link-5-changed: interface fastethernet1/0,chaged state to up Lineproto-5-updown: line protocol on interface fastethernet0/0 changed state to up Router (config-if)exit Router (config)# |
Menkonfigurasi IP address pada Fastethernet1/0
Router(config)#int fa1/0 Router(config-if)#ip address 192.168.100.62 255.255.255.192 Router(config-if)no shutdown
Link-5-changed: interface fastethernet1/0, changed state to up Lineproto-5-updown: line protocol on interface fastethernet1/0, chaged state to up Router(config-if#exit |
Router(config)exit Sys-5-config_i: configured from console by console Router#copy running-config startup-config Destination filename (startup-config)? Building configuration… [ok] Router# |
Menyimpan hasil konfigurasi IP addres
Mengatur IP route Cisco.
Router#configure terminal Enter configuration commands, one per line, End with cntl1/z. Router(config)#ip route 172.16.100.0 255.255.255.128 192.168.100.0 Router(config)#ip route 192.168.100.0 255.255.255.192 172.16.100.0 Router(config)#exit Sys-5-config_i: configured from console by console Router#copy running-config startup-config Destination filename (startup-config)? Building configuration.. [ok] Router#show ip route Codes: C – connected, s – static, 1 – IGRP, R – RIP, M – mobile, B – BGP D – EIGRP, EX – EIGRP external, o – OSPF Inter area NI – OSPF NSSA external type 1, N2 – OSPF NISSA eksternal type 2, E1 – OSPF eksternal type 1, E2 – OSPF eksternal type 2, E -EGP I – IS – IS, LI – IS-IS level-1, 12 – IS-IS level-2, ia – IS-IS inter area *- candidate default, U – per-user static route, o – ODR P – periodic downloaded static route
Gateway of last resort is not set
172.16.0.0./25 is subnetted , 2 subnets S 172.16.0.0 is directly connected, FastEthernet1/0 C 172.16.100.0 is directly connected, FastEthernet0/0 192.168.11.0/26 is subnetted, 1 subnets S 192.168.11.0 is directly connected, FastEthernet 0/0 192.168.100.0/26 is subnetted, 1 subnets C 192.168.100.0 is directly connected, FastEthernet1/0 |
Pada Langkah keenam ini, router akan diinstrusikan untuk menyimpan Alamat routing yang akan dijadikan pedoman Ketika meneruskan data. Dalam konfigurasi ini ada dua informasi routing, yaitu network 172.16.100.0/25 yang akan diarahkan ke Alamat jaringan 192.168.100.0/26 begitu pula sebaliknya network 192.168.100.0/26 yang akan diarahkan ke Alamat jaringan 172.16.100.0/25.
Memeriksa konektivitas router ke interface FastEthernet1/0.
Router#ping 192.168.100.62
Type Escape sequence to abort. Sending 5, 100-byte i cmp echos to 192.168.100.62, time out is 2 seconds: !!!!! Success rate is 100 percent (5/5)vfgw, round-trip min/avg/max = 0/12/16 ms Router# |
Memeriksa konektivitas router ke interface FastEthernet 1/0
Router#ping 172.16.100.126 Type escape sequence to abort, Sending 5, 100-byte icmp echos to 172.16.100.126, timeout is 2 second! !!!!! success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 0/12/16 ms Router# |
Memeriksa konektivitas router ke IP address 192.168.100.1
Router#ping 192.168.100.1
Type escape sequence to abort. Sending 5, 100-byte icmp echos to 192.168.100.1, timeout is 2 seconds: .!!!! Success rate is 80 persent (4/5), round-trip min/avg/max = 47/47/48 ms
Router# |
Memeriksa konektivitas dari router ke IP address 172.16.100.1.
Router#ping 172.16.100.2
Type escape sequence to abort. Sending 5, 100-byte icmp echos to 192.168.100.1, timeout is 2 seconds: .!!!! Success rate is 80 persent (4/5), round-trip min/avg/max = 47/47/48 ms
Router# |
Periksa koneksi dari PC0 ke PC3. Jika PC0 dapat teroneksi ke PC3, artinya proses routing telah berjalan dengan baik.
Pc>ping 192.168.100.2
Pinging 192.168.100.2 with 32 bytes of data :
Replay from 192.168.100.2: bytes=32 time=79ms ttl=127 Replay from 192.168.100.2: bytes=32 time=78ms ttl=127 Replay from 192.168.100.2: bytes=32 time=78ms ttl=127 Replay from 192.168.100.2: bytes=32 time=79ms ttl=127
Ping statistics for 192.168.100.2: Packet sent = 4, received = 4, lost = 0 (0 loss) Approximate round trip times in milli-second : Minimum = 78ms,maximum = 79ms, average = 78ms |
Uji koneksi dari PC3 ke PC0, seharusnya dalam kondisi terhubung dengan baik
Packet tranker pc command line 1.0 PC>ping 172.16.100.1
Pinging 172.16.100.1 with 32 bytes of data
Replay from 172.16.100.1 : bytes =32 time=79ms ttl=127 Replay from 172.16.100.1 : bytes =32 time=80ms ttl=127 Replay from 172.16.100.1 : bytes =32 time=79ms ttl=127 Replay from 172.16.100.1 : bytes =32 time=79ms ttl=127 Ping statistics for 172.16.100.1 : Packets: sent – 4 received – 4, lost = 0 (0& loss), Approximate round trip times in milli seconds: Minimum = 79ms, maximum = 80cm, average = 79ms |
Untuk melakukan setting IP route yang ditunjukan pada sebuah interface tertentu dapat dilakukan dengan cara yang dapat dlihat dari sebuah contoh berikut.
Menghubungkan dua jaringan berbeda menggunakan koneksi serial pada dua router.
Desainlah jaringan dengan packet tranker 7.1 seperti gambar topologi berikut

Gambar 3.2 skema topologi dua router terhubung melalui interface serial
Pastikan semua klien terhubung baik dengan router dan tidak lupa untuk menkonfigurasi IP address sesuai ketentuan seperti dalam gambar.
Selanjutnya, atur router 1.
Router>ENABLE Router#CONFIG TERMINAL Router(config)#INT FA0/0 Router(config-if)#IF ADD 192.168.70.1 255.255.255.0 Router(config-if)#NO SHUTDOWN Router(config-if)EXIT Router(config)#INT S2/0 Router(config-if)#IP ADD 192.168.100.1 255.255.255.0 Router(config-if)#CLOCK RATE 64000 Router(config-if)#NO SHUTDOWN Router(config-if)#EXIT Router(config-if)#EXIT Router#COPY RUNNING -CONFIG STARTUP-CONFIG Router# Router#CONF T Router(config)#IP ROUTE 192.168.200.0 255.255.255.0 s2/0 Router(config)#EXIT Router#SHOW IP ROUTE Codes: C – connected, S – statis, I – IGRP, R – RIP, M – mobile, B – BGP D – EIGRP, EX – EIGRP ekseternal, o – OSPF, IA – OSPF inter area N1 – OSPF NSSA eksternal type 1, N2 – OSPF NSSA external type 2, E1 – OSPF eksternal type 1, E2 – eksternal type 2, ia – IS-IS inter area *- candidate default, U – per - user static route, O – ODR P – periodic downloaded static route
Gateway of last resort is not set
C 192.168.70.0/24 is directly connected, FastEthernet0/0 C 192.168.100.0/24 is directly connected, seria12/0 C 192.168.200. 0/24 is directly connected, seria12/0 |
Perhatikan pada baris perintah yang dicetak tebal.
Router(config)#IP ROUTE 192.168.200.0 255.255.255.0 s2/0 |
Pada baris perintah tersebut dapat anda ketahui bahwa setiap paket data yang dikirimkan dari network ID 192.168.200.0/24 akan dilewatkan melalui interface S2/0
Lakukan konfigurasi pada Router2.
Router>ENABLE Router#CONFIG TERMINAL Router(config)#INT FA0/0 Router(config-if)#IF ADD 192.168.100.1 255.255.255.0 Router(config-if)#NO SHUTDOWN Router(config-if)EXIT Router(config)#INT S2/0 Router(config-if)#IP ADD 192.168.200.1 255.255.255.0 Router(config-if)#CLOCK RATE 64000 Router(config-if)#NO SHUTDOWN Router(config-if)#EXIT Router(config-if)#EXIT Router#COPY RUNNING -CONFIG STARTUP-CONFIG Router# Router#CONF T Router(config)#IP ROUTE 192.168.70.0 255.255.255.0 s2/0 Router(config)#EXIT Router#SHOW IP ROUTE Codes: C – connected, S – statis, I – IGRP, R – RIP, M – mobile, B – BGP D – EIGRP, EX – EIGRP ekseternal, o – OSPF, IA – OSPF inter area N1 – OSPF NSSA eksternal type 1, N2 – OSPF NSSA external type 2, E1 – OSPF eksternal type 1, E2 – eksternal type 2, ia – IS-IS inter area *- candidate default, U – per - user static route, O – ODR P – periodic downloaded static route
Gateway of last resort is not set
C 192.168.70.0/24 is directly connected, FastEthernet0/0 C 192.168.100.0/24 is directly connected, seria12/0 C 192.168.200. 0/24 is directly connected, seria12/0 |
Perhatikan pada baris perintah yang dicetak tebal.
Router(config)#IP ROUTE 192.168.70.0 255.255.255.0 s2/0 |
Pada baris perintah tersebut dapat anda ketahui bahwa setiap paket data yang dikirimkan dari network ID 192.168.70.0/24 akan dilewatkan melalui interface S2/0
Selanjutnya, lakukan pengujian konektivitas dari klien PC0 ke PC1
Jika dalam tahapan ini computer klien telah terhubung dengan baik, pada dasarnya fungsi routing telah si konfigurasi dengan benar.
Komentar
Posting Komentar