SISTEM ADMINISTRASI INFASTRUKTUR JARINGAN BAB 3
link buku SISTEM ADMINISTRASI INFASTRUKTUR JARINGAN
3. Subnetting
Subnetting adalah suatu metode untuk memperbanyak network ID dari suatu network ID yang telah dimiliki. Subnetting merupakan proses memecah suatu IP jaringan ke sub jaringan yang lebih kecil yang disebut "subnet". Subnetting memiliki dua tahap utama yaitu perhitungan netmask serta perhitungan network ID, broadcast, dan IP address. Subnet mask terdiri dari 32 bit yang setiap 8 bitnya dipisahkan dengan tanda titik (dot). Setiap 8 bit disebut dengan oktet. Subnet mask default, bit yang menunjukkan network ID diisi dengan biner 1, sedangkan bit yang menunjukkan host ID diisi dengan biner O. Berikut adalah tabel subnet mask dari masing-masing kelas IP Address.
Rumus perhitungan subnet manual:
Perhitungan jumlah subnet
X adalah banyaknya biner 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A).
Perhitungan host per subnet:
Y adalah banyaknya biner 0 pada oktet terakhir subnet. Ini menunjukkan jumlah host yang boleh
digunakan.
Contoh perhitungan subnet:
Hitunglah subnetting pada jaringan lokal dengan network ID 192.168.1.0/26
Penyelesaian:
-/26-11111111.1111 1111111111.11000000 (255.255.255.192)
a. jumlah subnet = 2x
=2z
=4 subnet/4 segmen jaringan
b. Jumlah host per subnet =2y – 2
=2x – 2
= 62 host
C. Blok subnet, = 256-192 (nilai oktet terakhir subnet mask)
= 64
d. Subnet berikutnya adalah 64+64 = 128, dan 128-64 = 192. Subnet lengkap: 0, 64, 128, 192. Alamat host dan broadcast yang valid
E. Alamat host dan broadcast yang valid
Metode subnetting VLSM
VLSM (Variable Length Subnet Mask)merupakan metode subnetting untuk mengefisienkan jumlah IP address yang tersedia dalam suatu jaringan. VLSM dapat menjadi sebuah hierarki P Addressing yang memungkinkan router untuk mendapatkan kemudahan proses route, memungkinkan untuk menyingkat banyaknya routing table pada router.
Namun subnetting classless memiliki kekurangan, terlebih pada jaringan yang sangat besar. Subnetting classless mengurangi tingkat fleksibilitas dalam pengalamatan. Hal ini mengakibatkan pemborosan sebagian IP address.
D. subnetting classfull
Subnetting classfull adalah pengelompokan pengalamatan IP tidak berdasarkan kelas. Subnetting classfull menggunakan metode CIDR atau dapat juga dikenal dengan panjang prefiks. Format pengalamatannya yaitu dengan memberi tanda slash (/) di belakang IP address lalu diikuti dengan variabel panjang prefiks. Pengalokasian host didukung oleh routing protocol RIPV2, OSPF, dan EIGRP sehingga dapat menghemat beberapa alamat host/IP. Contoh pengalamatan atau subnetting classfull 192.168.10.0/24.
Komentar
Posting Komentar